10 Hal Tentang Jerawat Akibat Hormon

Jerawat Akibat Hormon       

Pasti kita semua pernah ngalamin masalah jerawat yang nyebelin, entah itu bintik-bintik pada wajah ataupun benjolan besar. Semakin kita dewasa, semakin banyak masalah wajah yang bisa muncul. Begitu juga jerawat juga bisa bertambah buruk.

        Jerawat karena hormon pada orang dewasa adalah hal yang sangat menyebalkan karena perawatannya yang susah dan menganggu penampilan, mengurangi rasa percaya diri, dan rasa perih pada wajah. Berikut 10 hal yang perlu kamu ketahui tentang jerawat karena hormon;

  1. Jerawat karena hormon pada orang dewasa lebih sering terjadi dari yang kamu ketahui.

Mungkin kamu berpikir masa remaja adalah masa dimana kamu harus deal dengan masalah jerawat, tetapi research menunjukkan bahwa masih ada 50% orang berusia 20-an dan 25% orang berusia 30-an masih memiliki masalah jerawat.

  1. Jerawat karena hormon paling banyak terjadi disekitar dagu, mulut, dan rahang.

Jerawat pada saat remaja cenderung muncul di daerah zona-T (dahi, hidung, dan dagu), namun jerawat karena hormon pada orang dewasa hampir akan terlihat seperti janggut yang muncul di bagian bawah wajah.

  1. Hormon pada pria adalah masalahnya.

Androgen, yang merupakan hormon pria yang ditemukan pada pria dan juga wanita, merupakan faktor penyebab terjadinya jerawat. Dalam hal munculnya jerawat, kadar androgen dapat meningkat atau normal, dan kedua hal tersebut androgen akan melepaskan lebih banyak kelenjar minyak yang menyebabkan munculnya jerawat.

  1. Rasa nyeri dan benjolan kistik itu normal.

Jika kamu mengalami gumpalan atau benjolan yang sensitive pada wajah, itu mungkin karena hormon kamu. Jerawat karena hormon cenderung menghasilkan jerawat yang besar dan menyakitkan. Penting untuk diingat, kamu gak boleh mengkorek, menyentuh, atau memecahkan jerawat ini karena bisa meninggalkan bekas luka.

  1. Perawatan topikal yang tidak bekerja dengan baik

Perawatan topikal adalah pemberian obat secara lokal dengan cara mengoleskan obat pada permukaan kulit. Dalam beberapa kasus jerawat karena hormon, perawatan topikal bisa saja tidak memberikan manfaat. Ini terjadi karena jerawat kamu muncul dari dalam tubuh bukan karena faktor luar. Jika perawatan topikal yang kamu lakukan tidak menghasilkan apa-apa, bagusnya kamu segera periksakan ke dokter.

  1. Kamu bisa memeriksa kadar hormon kamu

Uji hormonal dapat dilakukan secara khusus untuk memeriksa ketidakseimbangan hormon kamu yang mungkin menyebabkan jerawat. Dokter bisa menyediakan treatment yang bisa membantu kamu yang memiliki jerawat sedang atau parah yang disertai dengan masalah yang berkaitan dengan hormone lainnya, seperti penambahan berat badan dan pertumbuhan rambut.

  1. Sindrom ovarium polikistik adalah penyebab umum nya

Jika jerawat kamu muncul seiring dengan bertumbuhnya rambut wajah dan tubuh kamu, PMS yang tidak menentu, masalah berat badan, jerawat itu mungkin disebabkan karena sindrom ovarium polikistik.  Sindrom ovarium polikistik adalah ketidakseimbangan hormon yang sering menyebabkan kista kecil tumbuh di indung telur kamu (ovarium). Selain itu, sindrom ini juga berkaitan dengan banyak masalah lain yang perlahan-lahan akan muncul. Jika gejala diatas terdengar akrab bagi kamu atau saat ini kamu mengalami nya, saatnya kamu periksakan ke dokter.

  1. Kontrasepsi Oral dapat membantu mengatur hormon kamu

Cara umum untuk mengendalikan hormon kamu dan membersihkan jerawat kamu adalah dengan minum pil KB. Pil KB ini bisa menurunkan kadar testosterone di tubuh anda yang biasa memicu produksi minyak dan menyebabkan jerawat. Dengan cara ini, jumlah jerawat biasanya akan hilang atau berkurang secara perlahan.

  1. Spironolakton juga bisa membantu kamu

Spironolakton atau Aldactone adalah obat yang paling umum digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi namun bila digunakan bersamaan dengan kontrasepsi oral, dapat membersihkan jerawat kamu. Obat ini adalah anti androgen yang berarti menghambat hormon androgen dalam tubuh kita.

  1. Apa yang kamu makan bisa jadi pemicu jerawat

Jika tidak ada cara yang berhasil untuk mengurangi jerawat kamu, maka mungkin pola makan dan apa yang makan kamu menjadi sumber masalah. Contohnya beberapa orang berjerawat karena mengkonsumsi kacang. Cobalah kenali apa yang kamu makan apakah itu memicu jerawat untuk kamu? Penting untuk kamu ingat, mengkonsumsi sayuran dan makanan dengan indeks glisemik yang rendah bisa membuat kulit kamu terlihat lebih sehat.